
Swasembada Pangan Indonesia: Dampak Ekspor Pertanian terhadap Penerimaan Negara
Penurunan penerimaan bea masuk sebesar 1,9% pada April 2025 dibandingkan tahun sebelumnya menjadi perhatian bagi Kementerian Keuangan. Realisasi bea masuk hanya mencapai Rp15,5 triliun, setara dengan 29,2% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Meski terjadi penurunan, Wakil Menteri Keuangan menilai kondisi ini sebagai pertanda positif bagi Indonesia dalam upaya menuju swasembada pangan nasional. Kebijakan pemerintah yang berfokus pada ketahanan pangan semakin terlihat hasilnya, terutama dengan dukungan dari sektor pertanian yang mengalami pertumbuhan signifikan dalam ekspor.
Sektor pertanian memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan bea keluar, yang meningkat hingga 95% atau mencapai Rp11,3 triliun. Kenaikan ini didukung oleh lonjakan harga minyak kelapa sawit (CPO) di pasar internasional, yang membuat ekspor komoditas ini semakin menguntungkan bagi Indonesia. Dengan adanya peningkatan dalam ekspor pertanian, pemerintah semakin optimis terhadap pencapaian swasembada pangan dan kestabilan ekonomi nasional. Langkah strategis ini menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan negara sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
sumber [1]
You may also like
Archives
Calendar
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | ||||||
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | 31 | |||||
Leave a Reply