
Kisah Mahfud Tanpa Ajudan: Upaya Mendapatkan Pengamanan yang Layak
Mahfud menceritakan dalam salah satu podcast bahwa dirinya sempat kehilangan seluruh 12 ajudan dan pengawal yang biasanya bertugas mendampinginya. Ia mengungkapkan bahwa semua ajudan dan pengawalnya ditarik, tetapi ia tetap bersikeras mempertahankan haknya sebagai pejabat negara ring satu. Menurutnya, situasi ini sangat tidak wajar dan terasa aneh jika seorang pejabat selevel dirinya tidak memiliki pengamanan yang memadai. Untuk mengatasi hal tersebut, Mahfud meminta bantuan kepada Luhut, yang kemudian memberikannya dua personel Kopassus sebagai bentuk pengawalan sementara. Kejadian ini menyoroti bagaimana ia harus berjuang mendapatkan perlindungan dalam posisinya.
Dalam kondisi yang semakin memprihatinkan, Mahfud akhirnya mengadu kepada mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia mengungkapkan bahwa dirinya merasa dikriminalisasi dan bahkan mempertimbangkan untuk menyewa bodyguard swasta demi keselamatan dirinya. Respons dari SBY cukup mengejutkan, karena ia tidak menyangka bahwa seorang pejabat seperti Mahfud bisa mengalami situasi demikian. SBY pun berjanji bahwa pengawal dan ajudan harus disediakan dengan kualitas yang baik. Kejadian ini menunjukkan pentingnya perlindungan bagi pejabat tinggi negara, serta bagaimana proses mendapatkan pengawalan bukanlah hal yang sederhana.
sumber [1]
You may also like
Archives
Calendar
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | |||
Leave a Reply